Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

Manfaat mengikuti Rasulullah SAW

dakwatuna.com – Salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah iman kepada para rasul, terutama Rasulullah saw. Bukti utama beriman kepada Rasulullah saw. adalah ittiba’ (mengikuti Rasulullah saw.). Orang-orang yang melakukan ittiba’ kepada Rasulullah saw. akan meraih banyak nata-ij (manfaat dan buah positif), di antaranya: mahabbatullah (cinta dari Allah), rahmatullah (kasih sayang-Nya), hidayatullah (petunjuk dari-Nya), mushahabatul akhyar fil jannah (bersama orang-orang pilihan di surga), asy-syafa’ah (mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw.), nadharatul wajhi (muka yang bersinar dan berseri di surga), mujawaratu ar-rasul (menjadi tetangga Rasulullah saw. di surga), ‘izzatun-nafsi (meperoleh kemuliaan jiwa di dunia dan akhirat), al-falah (kemenangan dan keberuntungan). Semua itu jelas merupakan as-sa’adah (kebahagiaan) hakiki di dunia maupun di akhirat.

Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya telah ditegaskan bahwa beriman kepada para rasul – alihimus salam – adalah salah satu rukun iman dari rangkaian kesatuan 6 rukun iman. Mengingkari salah satu rukun iman berarti mengingkari semuanya, begitu pula dengan iman kepada rasul.

Ittiba’ adalah bukti keimanan

Bukti keimanan kepada Rasulullah saw. yang paling utama adalah mengikuti beliau dalam segala sisi kehidupannya, selalu mentaati beliau dalam setiap perintah dan larangan yang beliau sampaikan. Sebab, mengikuti dan mentaati Rasulullah saw. adalah bukti ketaatan kita kepada Allah swt., dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. adalah bukti kongkret mengikuti Al-Qur’an.

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (An-Nisa: 80)

Continue reading

Advertisements

February 15, 2009 Posted by | Tsaqofah Islamiyah | | 2 Comments

DR. Yusuf Qardhawi

Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur’an. Menamatkan pendidikan di Ma’had Thantha dan Ma’had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru dia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi “Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan”, yang kemudian di sempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat konprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.

Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961 dan di sana sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah mengenyam “pendidikan” penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober kembali ia mendekam di penjara militer selama dua tahun.

Continue reading

February 15, 2009 Posted by | Tokoh | 2 Comments

3 Syarat Utama menuju Kemenangan Jamaah Dakwah

Assalamualaikum wr.wb

Jadi gini… Ane Pernah dapat kajian tentang hal ini yang diisi oleh seorang Ustadz… Sang Ustadz memberi pencerahan kepada para peserta Dauroh yang notabene bergelut di bidang Dakwah….

Tiga Syarat Utama menuju Kemenangan Jamaah Dakwah :

1) Qiyadah yang adil

Maksudnya di sini adalah Qiyadah / Pemimpin yang Bijaksana. Ia dapat memberi keputusan yang dapat memberi kemaslahatan bagi Umat. Setiap Perbuatannya dapat dijadikan tauladan bagi para jundi-jundinya.Tentunya seharusnya Qiyadah yang baik harus mempunyai Tsaqofah yang banyak, Ibadah yang lebih, Akidah yang lurus,dan tentunya kesabaran.. Misalnya Jundinya tilawah 3 lembar sehari, ya… sang Qiyadah mestinya lebih dari itu.. Yang Pasti si Qiyadah tidak boleh zhalim terhadap Jundinya.. Bagaimana pun setiap keputusan dan perbuatan Qiyadah akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak..

2) Jundi yang Taat

Setiap Perintah atau Kebijakan yang diputuskan oleh Qiyadah harus dijalankan oleh Jundi dengan sebaik-baiknya. Tetapi Qt lihat dahulu apakah keputusan tsb sesuai atau menyimpang dari Quran and Sunnah. Jika sesuai dengan Quran and Sunnah dan Bijak serta ahsan bagi kemaslahatan umat ya… Jundi harus taat. Sebaliknya jika menyimpang dari Quran and Sunnah, Jundi harus menolaknya dan mengingatkan. Dalam Islam ada yang namanya Sistem Syuro yang digunakan dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk kemaslahatan umat. Jundi ataupun semua anggota jamaah dakwah harus taat dan menjalankan hasil keputusan Syuro dengan sebaik-baiknya. Jundi yang taat dan Qiyadah yang adil dapat terwujud jika kedua pihak taat kepada Allah SWT berpedoman dengan Quran dan  sunnah Rasul.

3) Ukhuwah Islamiyah

Ini adalah Syarat yang mutlak harus dipenuhi untuk mencapi kemenangan dakwah. Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan yang berdasarkan oleh akidah yaitu Islam.  Menurut Imam Hasan al-Banna Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan akidah islam.Islam di sini yaitu yang berpedoman dan mempercayai al-Quran dan Sunnah secara menyeluruh.. Jika ada suatu Jamaah yang hanya percaya pada Al-Quran saja atau Sunnah Saja berarti Qt tidak memiliki Ikatan Ukhuwah Islamiyah. Namun jika kita memiliki perbedaan dalam hal yang furu'(cabang) tapi Sama dalam hal Ushul ( Pokok) Qt tetap berikatan Ukhuwah Islamiyah. Jangan sampai perbedaan yang Furu’ dalam Islam menjadikan Qt terpecah belah…Lain halnya jika perbedaan dalam hal Ushul qt harus tegas.                                                

“hak seorang muslim  atas muslim ada 6 yaitu jika bertemu maka ucapkan salam padanya, jika diundang maka penuhilah, jika dinasihati maka nasihatilah juga ia, jika bersin maka doakanlah, jika sakit kunjungilah, dan jika meninggal maka antarkanlah ke kubur ( H.R. Muslim dan Abu Hurairah)

“Tidaklah seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranyadari kejauhan melainkan malaikat berkata: Dan bagimu juga seperti itu ( H.R.Muslim)

So,,Indahnya Ukhuwah Islamiyah… Bayangkan jika umat Islam yang berjumlah 1,3 milyar memiliki ikatan ukhuwah islamiyah niscaya Islam akan tegak di muka bumi ini dan menjadi Ustadzatul ‘alam

Muslims are Brother

Setiap Muslim bersaudara

We are Muslim Brotherhood

Wallahu ‘alam

Alhaqu murabbik falaa takumminal mumtariim ….                                                                                                                          Kebenaran datang dari Allah ,,karena itu janganlah engkau menjadi ragu.

Wassalamualikum wr.wb

February 15, 2009 Posted by | Tausyiah | | 1 Comment