Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

KETIKA CINTA BERBUAH SURGA

Di tanah Kurdistan ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki putera; seorang anak laki-laki tampan,cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca al-Quran. Sang raja juga menceriktakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para penglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel ketika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba, ada orang yang memutuskannya.

Terkadang ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus ditemui raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.
Maka dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”

“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?? Tanyanya dengan nada penasaran.

“Dia adalah teman yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu kerena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh kikhlasan; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga”

“Bagaimana cara mencari teman seperti itu,ayah?” tanya Said.

Sang raja menjawab,”Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapa pun yang kau anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika dia tetep bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”

Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktikkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula, dia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangannya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji; memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan. Continue reading

Advertisements

February 16, 2009 Posted by | Cerita | 3 Comments