Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

Mata Rantai Syahadat,Ilmu,dan Perbuatan

Semoga tulisan ini bermanfaat…

Jumlah umat Islam kini sangat banyak, mencapai angka lebih dari 1,3 milyar di seluruh dunia dan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam Keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Namun, kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, utuh dan orisinil. Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami intisari ajarannya yaitu dua kalimat syahadat. Kalimat tersebut terdiri atas Laa ilaahailallah dan Muhammadun rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadat, kita dapat terjerambab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.

Syahadatain merupakan fondasi dari bangunan keislaman seorang muslim. Ia ibarat fondasi suatu rumah atau bangunan. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tak akan kuat bertahan.

Syahadatain memiliki makna yang sangat luas dan keutamaan yang Besar. Jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjajikan keutamaan yang sangat besar. Keutamaan itu dapat berupa kebahagiaan dan kesuksessan di dunia dan akhirat. Syahadat memiliki makna, yaitu berupa pernyataan, sumpah, dan janji yang dikatakan dengan lisan, dibenarkan dengan hati dan diimplementasikan dalam perbuatan yang menyatakan keyakinan bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah yang patut disembah, Hanya Dia tempat meminta, dia tidak beranak dan tidak pula  diperanakan dan tidak ada yang setara dengan Dia. Berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah SWT, yang patut dijadikan Qudwah/suri tauladan dalam kehidupan.Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab:21)

Dengan pengokohan akan fondasi keislaman seorang muslim dan keyakinan yang kuat akan tauhid, seorang muslim akan berpegang teguh pada keyakinan bahwa Allah adalah tujuannya, al-Qur’an sebagai pedoman hidup, Rasulullah Saw sebagai Qudwah, Jihad adalah jalan juangnya dan Syahid adalah cita-cita tertingginya.

Pemahaman akan Syahadat tidak dapat begitu saja diperoleh seorang muslim. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang muslim agar keimanannya kokoh dan Syahadatnya diterima. Diantaranya adalah Ilmu….  Firman Allah : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Imron:18)

 Universalisme (al-‘Alamiyah) Islam adalah salah satu karakteristik Islam yang agung. Islam sebagai agama yang besar berkarakteristikkan: (1) Rabbaniyyah, (2) Insaniyyah (humanistik), (3) Syumul (totalitas) yang mencakup unsur keabadian, universalisme dan menyentuh semua aspek manusia (ruh, akal, hati dan badan), (4) Wasathiyah (moderat dan seimbang), (5) Waqi’iyah (realitas), (6) Jelas dan gamblang, (7) Integrasi antara al-Tsabat wa al-Murunah (permanen dan elastis). Universalisme Islam yang dimaksud diantaranya adalah perhatian Islam yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan salah satu fitrah manusia. Manusia tidak pernah menemukan agama yang sangat memerhatikan keilmuan secara sempurna selain islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu. Islam juga menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dan etikanya.Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu,maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga”(H.R Muslim)         Ilmu yang merupakan salah satu syarat diterimanya syahadat memiliki korelasi dengan keimanan dan Tingkah laku

1)Ilmu memberi petunjuk kepada Iman.    Ilmu dan Iman berjalan beriringan dalam   islam. Seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman      sebelum ada ilmu   dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus” (QS.Al-Hajj:54)

    2)Ilmu adalah penuntun amal. amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak. Imam Ghazali berkata “Mukadimah agama dan berakhlak dengan akhlak para nabi tercapai diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi,yaitu ilmu,perilaku, dan amal”  

Syahadat, seberapa pentingkah ia, hingga dapat mengelompokkan manusia, hingga faktor penentu apakah manusia masuk surga atau neraka, Dan mengapa pula banyak orang, bahkan pada zaman nabi tidak mau bersyahadat, padahal mereka mengakui Allah sebagai tuhan mereka. Bahkan paman Rasulullah Saw, Abu thalib yang selalu melindungi Rasulullah dan mendukung dakwah Rasulullah hingga akhir hayatnya tidak bersyahadat dan mati dalam keadaan kafir.

Dalam Islam, syahadat adalah persoalan tertinggi. yang tidak ada yang lebih tinggi darinya.  Yang merupakan mata rantai dari pengikraran dan keyakinan akan keesaan Allah dan Kenabian Rasulullah SAw dengan Ilmu, dan Implementasinya dalam perbuatan.

“Kesuksesan besar itu hanya milik mereka yang menyandarkan pada yang MAHA BESAR”

Dan hanyalah orang mukmin, yang akan beruntung dan memperoleh kesuksessan, di dunia dan di akhirat tentu saja.

 

Advertisements

May 7, 2009 - Posted by | Tausyiah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: