Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

Sosok Pemimpin Indonesia ???

Siapakah pemimpin yang cocok dan capable untuk memimpin bangsa ini? Bagaimana kriteria pemimpin ideal bangsa Indonesia kini? Pertanyaan ini sudah lama terpikirkan oleh saya dan mungkin juga sebagian besar bangsa Indonesia yang mendambakan pemimpin yang revolusioner yang dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebagai anak bangsa yang menginginkan kemajuan bagi bangsanya tentu saya memiliki harapan tentang pemimpin yang ideal yang sesuai dengan kriteria untuk menuju impian tersebut. 

Dalam sejarah umat manusia banyak pemimpin yang dapat kita jadikan teladan untuk membangun bangsa ini. pemimpin yang adil yang dapat memimpin bangsanya dengan baik. Pemimpin yang dihormati dan disayang oleh rakyatnya. pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyatnya. pemimpin yang revolusioner , yaitu pemimpin yang mampu menciptakan perubahan bagi rakyatnya dan perubahan ini tentunya menuju kearah yang lebih baik. Untuk menentukan ‘perubahan yang baik itu’ maka ia  harus menemukan apa sesungguhnya yang hendak dirubahnya, lalu akan dirubah menjadi seperti apa. –perubahan yang tidak sekedar wacana.

Mungkin kita pernah mendengar kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari bani Umayah yang pada Zaman pemerintahannya berhasil memulihkan keadaan negaranya dan mengkondisikan negaranya seperti saat 4 khalifah pertama (Khulafaur Rasyidin) memerintah. Kebijakannya dan kesederhanaan hidupnya pun tak kalah dengan 4 khalifah pertama itu. Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintah tidak ada rakyatnya yang patut mendapat zakat karena seluruh rakyat sudah sejahtera. Diriwayatkan dari Malik bin Dinar : Tatkala Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para pengembala domba bertanya kepada orang yang lewat : “Siapakan sang Khalifah yang memimpin umat saat ini  ?”  Orang yang ditanya malah bertanya kembali : ”Apa yang kalian ketahui soal khalifah ?” Para pengembala itu berkata :  ” Jika yang memimpin umat adalah khalifah yang shaleh, maka singa dan serigala tak akan memangsa domba domba kami.”

Di zaman modern sekarang ini adakah seorang pemimpin yang sosoknya dapat dicontoh oleh pemimpin bangsa Indonesia ? sosok yang dapat mensejahterakan rakyat, yang dapat tegas terhadap kebatilan, dan dapat mengatasi krisis multidimensi yang menerpa bangsa ini.

Dalam pertemuan Davos, Januari lalu ada seorang pemimpin yang mengagetkan seluruh dunia dengan keberanian dan ketegasannya dalam mengecam kebatilan.Ia adalah Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan  yang berani  mendamprat Presiden Zionis-Israel, Shimon Perez. Kejadian tersebut Bukan saja membuat kagum para akivis kemanusiaan dunia, namun juga membuat merah telinga Shimon Perez sendiri yang sangat terlihat dari gestur wajahnya yang tertekan saat Erdogan meninggalkan begitu saja podium tanpa menyalami Perez. Di Indonesia, banyak kalangan menyatakan mengapa bukan Pemimpin negeri ini yang berani bersikap demikian? Pertanyaan itu dijawabnya sendiri, “Jangankan berani mendamprat Zionis secara langsung, menghadapi pernyataan kontroversial salah seorang petinggi partai yang membuat kuping salah satu partai lain merah saja sudah kalang-kabut. Nyali pemimpin seperti itu sudah bisa terbaca ketika Bush mau berkunjung ke Bogor beberapa tahun lalu. Ketika itu sang pemimpin bangsa ini amat sangat berlebihan dalam menyambut Bush, merusak sebagian lahan Kebun Raya Bogor untuk dibangun Helipad yang akhirnya tidak dipakai Bush, menempatkan tentara berseragam dengan perlengkapan tempur garis pertama dalam jarak setiap dua meter mengepung rapat istana Bogor, bagaikan seorang lurah di pedesaan yang menyambut kehadiran seorang Kaisar Dunia. Sebab itu dia dilecehkan Bush, yang dengan nakalnya meloncat keluar dari mobilnya saat berhenti tepat di depannya.”

Umar bin Abdul Aziz adalah contoh sosok pemimpin yang memenuhi kriteria untuk memimpin suatu bangsa yang besar yang telah memimpin dan berhasil pada masa lalu. Begitu pula dengan Recep Tayip Erdogan yang merupakan contoh sosok pemimpin yang berani dan tegas terhadap sistem pemerintahan Turki yang sangat sekuler dan terhadap pemimpin bangsa israel zionis laknatullah. Recep Tayip Erdogan adalah contoh sosok pemimpin yang ideal yang memenuhi kriteria untuk memimpin bangsa ini menuju kehidupan yang lebih baik. Tentunya kita sangat menginginkan kepemimpinan model Rasulullah, khulafaur Rasyidin, serta Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Suatu proses menuju masyarakat madani menuju Indonesia yang aman,adil,makmur, sejahtera yang diberkahi Allah SWT, tentunya membutuhkan langkah yang bertahap, yang berkesinambungan dan konsisten tiada kenal lelah menuju proses tersebut.

Pesta demokrasi di Indonesia yang merupakan yang terbesar di dunia hanya menunggu hari. Tanggal 9 April mendatang semua rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil rakyat yang nantinya akan menduduki kursi parlemen yang bertugas membuat undang-undang . Apakah Undang-undang yang dihasilkan nanti untuk kemaslahatan umat atau tidak. Apakah wakil rakyat yang dipilh nanti amanah atau tidak? Itu semua bergantung pada pilihan kita nanti. Semoga Parlemen, DPR,DPRD,dan DPD di duduki oleh wakil rakyat yang bersih dan ada satu partai yang dominan di Parlemen. Tentunya Partai tersebut harus dapat mewujudkan tujuan besar bangsa Indonesia menuju masyarakat madani. Untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat dan efektif, harus ada sinergi yang baik antara parlemen dan pemerintah. Parlemen yang mendukung kebijakan pemerintah. Parlemen yang tidak berwarna warni, merah kuning hijau biru dan sebagainya. Jangan seperti sekarang ini, parlemen berwarna-warni yang diisi oleh bermacam-macam partai dengan kepentingan masing-masing yang menyebabkan pemerintahan bekerja tidak efektif. Dan satu lagi harapan  agar pemerintahan dan parlemen yang nanti akan terbentuk harus dapat menyederhanakan jumlah parpol dan memperbaiki sistem pemerintahan dan politik.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib kaum, melainkan mereka (lah) yang mengubah dirinya sendiri” (QS. Ar-Ra‘du, 11).

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Maidah: 8 )    

March 24, 2009 Posted by | Pendapat | , | Leave a comment

Israel Berusaha Kudeta Erdogan

Menanggapi Tulisan dari dakwatuna yang berisi :

dakwatuna.com –Istanbul, Harian Turki “The Turkish Zaman” menyebutkan bahwa Zionis Israel berusaha untuk menggulingkan pemerintah Turki yang dipimpin oleh Recep Tayyib Erdogan, dikarenakan sikapnya yang mendukung Palestina dan tindakannya meninggalkan Forum Ekonomi Dunia di Davos beberapa waktu lalu, karena protes atas kurangnya kesempatan yang memadai untuk menanggapi kerancuan pernyataan Presiden Zionis Israel Shimon Peres.

Dalam laporannya, Sabtu (28/2), harian Turki ini mengungkap apa yang dilakukan entitas Zionis Israel memberikan dukungan kepada pasukan anti Partai Keadilan dan Pembangunan Turki yang dipimpinn oleh Erdogan, yang berusaha mengkudeta pemerintah Turki.

Harian ini mengatakan bahwa pada tahun 1997 pemerintah koalisi yang dipimpin oleh Necmettin Erbakan berhasil dijatuhkan, atas prakarsa, persiapan dan pelaksanaan dari Zionis Israel dan neo-konservatif, ditambah pada jenderal di pasukan militer Turki.

Harian Turki ini mengisyaratkan penegasan departemen pertahanan Israel dalam laporannya –yang dibuat tahun 2007 dan disebarkan ke media massa– tentang perlunya menggulingkan pemerintah Erdogan dengan rencana yang mirip digunakan dalam menjatuhkan pemerintah Necmettin Erbakan.

Harian ini mengatakan bahwa surat kabar Zionis Israel tengah membicarakan tentang perlunya melikuidasi Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan.

Mereka juga memprovokasi tentara Turki dan Amerika Serikat terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, dengan alasan bahwa kemenangannya dalam pemilu daerah yang akan dilaksanakan pada 29 Maret nanti akan mengubah Turki dari orientasi ke Barat menjadi berorientasi ke Timur dan ini bisa merugikan kepentingan Amerika di kawasan itu.(ip/ut)  

Dakwah, dimana pun berada pasti akan mengalami tantangan. Entah itu dari dalam (internal jamaah dakwah) maupun dari luar (Eksternal) yang memusuhi islam. Turki, sebagai contoh negara yang kini dikuasai oleh aktivis dakwah merasakan hal tersebut. Di saat pemerintahan Turki yang dipimpin oleh Erdogan mulai membangun lagi nilai2 islam yang hilang sejak runtuhnya Khilafah Turki Utsmani yang digantikan oleh sistem sekuler barat ;penghapusan larangan jilbab,dukungan terhadap palestina secara nyata, dsb. Justru tantangan Dakwah semakin besar yaitu adanya tuduhan2 dari kalangan  pro-sekuler yang anti islam hingga upaya Israel dan Amerika yang memprovokasi tentara Turki untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan. Di Palestina, ketika hamas menang mutlak pada pemilu, Amerika-Israel-Barat menganulir / tidak mengakui kemenangan tersebut. Padahal, hasil tersebut menunjukan kepercayaan rakyat Palestina kpd hamas yang selama ini benar2 memperjuangkan negaranya. Sebagai hukuman atas kemenangan Hamas, Amerka-Israel laknatullah melakukan embargo, blokade yang sangat tidak manusiawi. Alasannya karena Hamas dianggap sebagai organisasi Teroris yang harus diperangi. Mengapa Jamaah yang menjalankan Islam dan berjihad membela negaranya dianggap Teroris?? Sementara itu, pemimpin2 bangsa Arab hanya diam, seolah penderitaan bangsa Palestina dan hamas adalah hal yang sudah biasa dan Hamas tidak berhak untuk dibela…Bukankah setiap Muslim Bersaudara (Muslims are brother). Umat Islam di Dunia berlomba2 untuk peduli..Namun, kepeduliaan itu hanya ketika Palestina dibombardir. Setelah perang usai, dunia seolah melupakannya. Produk2 yang tadinya diboikot kini digunakan lagi.Masih banyak contoh negara yang dakwahnya mengalami tantangan yang luar biasa dari musuh2 islam.  Bagaimana Keadaan Dakwah di Indonesia? Akankah seperti di Turki dan palestina jika nanti Indonesia dipimpin oleh jamaah dakwah?diperlukan keistiqomahan,ukhuwah(kesolidan),tsaqofah pada setiap aktivis Dakwah agar Dakwah ini tetap kuat dan tegar menghadapi tantangan dari musuh2 islam. Sesungguhnya setiap perjuangan dan perjalanan Dakwah pasti akan penuh dengan onak dan duri.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs. 5:82)

March 7, 2009 Posted by | Tsaqofah Islamiyah | Leave a comment