Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

Team Building Rosil

Sabtu,21 februari kami yang tergabung dalam organisasi yang bergelut di bidang dakwah departemen Teknik Sipil FTUI melakukan acara yang dinamakan Team Building. Acara yang berisi kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah diantara pengurus Rosil yang baru melakukan aktivitas keorganisasian. Pagi hari tepatnya pukul 08.30 kami semua pengurus Rosil berkumpul di Rotunda FT. Semula, kita semua berharap semua pengurus Rosil, BPH dan BP ikut dalam acara ini karena acara ini dinilai begitu penting.Namun,mungkin karena informasi yang tidak sampai ke beberapa orang,mungkin juga karena ada yang berhalangan hadir sehingga tidak semua pengurus datang. Menunggu hingga pukul 09.30 akhirnya sudah lumayan banyak pengurus yang datang, Alhamdulillah ada 30-an orang yang hadir. semua BPH ketua,sekum,bendum, dan Kadiv Alhamdulillah hadir walaupun ada beberapa yang kurang enak badan. Salut untuk ketua kami yang mengusahakan untuk hadir, padahal beliau sedang kurang enak badan. Sungguh contoh Qiyadah yang bertanggung jawab dan dapat dijadikan tauladan bagi jundi-jundinya. 

Setelah menunggu hingga pukul 09.30, akhirnya kami semua memutuskan untuk memulai perjalanan ke UI Wood. Jalan menuju UI Wood sungguh banyak rintangan, jalan yang licin, tekstur tanah yang kurang bersahabat yang menyebabkan alas kaki dan celana menjadi kotor. Namun, tantangan ini mengajari kami tentang kesabaran, dan membenarkan slogan bahwa “berani kotor itu baik”. Sejak pertama kali kuliah di UI baru kali ini Saya masuk ke Hutan UI, ternyata suasananya benar2 seperti hutan, pohon-pohon yang tinggi, tanah yang berlumpur, ada anjing hutan, ada pula lubang sarang ular. waw… sungguh pengalaman yang sangat menarik. 

Tiba di UI Wood kami memulai acara dengan pembukaan yang diisi dengan tilawah, sambutan sang ketua Qi Yahya,dan perkenalan BPH dengan BP2 nya. Dengan perkenalan ini ada Ibroh yang dapat saya simpulkan yaitu tentang tingkatan Ukhuwah Islamiyah. Ta’aruf merupakan tahap pertama dalam Ukhuwah Islamiyah yang diharapkan menuju ke tahap berikutnya setelah berjalannya waktu dalam kegiatan kami. Ukhuwah Islamiyah merupakan Syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan  jamaah Dakwah. Dengan adanya ikatan persaudaran yang berdasarkan Islam, yang meyakini Islam sebagai jalan Hidup yang Syamil al mutakamil  yang menyangkut segala aspek kehidupan,Hanya Allah tujuannya, al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, Rasul sebagai Qudwah, Syahid cita2 tertinggi, dapat dijamin keberhasilan jamaah dakwah dapat tercapai. Insyaallah.. Continue reading

February 21, 2009 Posted by | Pengalaman | 1 Comment

KETIKA CINTA BERBUAH SURGA

Di tanah Kurdistan ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki putera; seorang anak laki-laki tampan,cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca al-Quran. Sang raja juga menceriktakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para penglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel ketika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba, ada orang yang memutuskannya.

Terkadang ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus ditemui raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.
Maka dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”

“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?? Tanyanya dengan nada penasaran.

“Dia adalah teman yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu kerena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh kikhlasan; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga”

“Bagaimana cara mencari teman seperti itu,ayah?” tanya Said.

Sang raja menjawab,”Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapa pun yang kau anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika dia tetep bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”

Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktikkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula, dia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangannya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji; memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan. Continue reading

February 16, 2009 Posted by | Cerita | 3 Comments

Manfaat mengikuti Rasulullah SAW

dakwatuna.com – Salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah iman kepada para rasul, terutama Rasulullah saw. Bukti utama beriman kepada Rasulullah saw. adalah ittiba’ (mengikuti Rasulullah saw.). Orang-orang yang melakukan ittiba’ kepada Rasulullah saw. akan meraih banyak nata-ij (manfaat dan buah positif), di antaranya: mahabbatullah (cinta dari Allah), rahmatullah (kasih sayang-Nya), hidayatullah (petunjuk dari-Nya), mushahabatul akhyar fil jannah (bersama orang-orang pilihan di surga), asy-syafa’ah (mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw.), nadharatul wajhi (muka yang bersinar dan berseri di surga), mujawaratu ar-rasul (menjadi tetangga Rasulullah saw. di surga), ‘izzatun-nafsi (meperoleh kemuliaan jiwa di dunia dan akhirat), al-falah (kemenangan dan keberuntungan). Semua itu jelas merupakan as-sa’adah (kebahagiaan) hakiki di dunia maupun di akhirat.

Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya telah ditegaskan bahwa beriman kepada para rasul – alihimus salam – adalah salah satu rukun iman dari rangkaian kesatuan 6 rukun iman. Mengingkari salah satu rukun iman berarti mengingkari semuanya, begitu pula dengan iman kepada rasul.

Ittiba’ adalah bukti keimanan

Bukti keimanan kepada Rasulullah saw. yang paling utama adalah mengikuti beliau dalam segala sisi kehidupannya, selalu mentaati beliau dalam setiap perintah dan larangan yang beliau sampaikan. Sebab, mengikuti dan mentaati Rasulullah saw. adalah bukti ketaatan kita kepada Allah swt., dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. adalah bukti kongkret mengikuti Al-Qur’an.

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (An-Nisa: 80)

Continue reading

February 15, 2009 Posted by | Tsaqofah Islamiyah | | 2 Comments

DR. Yusuf Qardhawi

Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur’an. Menamatkan pendidikan di Ma’had Thantha dan Ma’had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru dia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi “Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan”, yang kemudian di sempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat konprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.

Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961 dan di sana sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah mengenyam “pendidikan” penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober kembali ia mendekam di penjara militer selama dua tahun.

Continue reading

February 15, 2009 Posted by | Tokoh | 2 Comments

3 Syarat Utama menuju Kemenangan Jamaah Dakwah

Assalamualaikum wr.wb

Jadi gini… Ane Pernah dapat kajian tentang hal ini yang diisi oleh seorang Ustadz… Sang Ustadz memberi pencerahan kepada para peserta Dauroh yang notabene bergelut di bidang Dakwah….

Tiga Syarat Utama menuju Kemenangan Jamaah Dakwah :

1) Qiyadah yang adil

Maksudnya di sini adalah Qiyadah / Pemimpin yang Bijaksana. Ia dapat memberi keputusan yang dapat memberi kemaslahatan bagi Umat. Setiap Perbuatannya dapat dijadikan tauladan bagi para jundi-jundinya.Tentunya seharusnya Qiyadah yang baik harus mempunyai Tsaqofah yang banyak, Ibadah yang lebih, Akidah yang lurus,dan tentunya kesabaran.. Misalnya Jundinya tilawah 3 lembar sehari, ya… sang Qiyadah mestinya lebih dari itu.. Yang Pasti si Qiyadah tidak boleh zhalim terhadap Jundinya.. Bagaimana pun setiap keputusan dan perbuatan Qiyadah akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak..

2) Jundi yang Taat

Setiap Perintah atau Kebijakan yang diputuskan oleh Qiyadah harus dijalankan oleh Jundi dengan sebaik-baiknya. Tetapi Qt lihat dahulu apakah keputusan tsb sesuai atau menyimpang dari Quran and Sunnah. Jika sesuai dengan Quran and Sunnah dan Bijak serta ahsan bagi kemaslahatan umat ya… Jundi harus taat. Sebaliknya jika menyimpang dari Quran and Sunnah, Jundi harus menolaknya dan mengingatkan. Dalam Islam ada yang namanya Sistem Syuro yang digunakan dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk kemaslahatan umat. Jundi ataupun semua anggota jamaah dakwah harus taat dan menjalankan hasil keputusan Syuro dengan sebaik-baiknya. Jundi yang taat dan Qiyadah yang adil dapat terwujud jika kedua pihak taat kepada Allah SWT berpedoman dengan Quran dan  sunnah Rasul.

3) Ukhuwah Islamiyah

Ini adalah Syarat yang mutlak harus dipenuhi untuk mencapi kemenangan dakwah. Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan yang berdasarkan oleh akidah yaitu Islam.  Menurut Imam Hasan al-Banna Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan akidah islam.Islam di sini yaitu yang berpedoman dan mempercayai al-Quran dan Sunnah secara menyeluruh.. Jika ada suatu Jamaah yang hanya percaya pada Al-Quran saja atau Sunnah Saja berarti Qt tidak memiliki Ikatan Ukhuwah Islamiyah. Namun jika kita memiliki perbedaan dalam hal yang furu'(cabang) tapi Sama dalam hal Ushul ( Pokok) Qt tetap berikatan Ukhuwah Islamiyah. Jangan sampai perbedaan yang Furu’ dalam Islam menjadikan Qt terpecah belah…Lain halnya jika perbedaan dalam hal Ushul qt harus tegas.                                                

“hak seorang muslim  atas muslim ada 6 yaitu jika bertemu maka ucapkan salam padanya, jika diundang maka penuhilah, jika dinasihati maka nasihatilah juga ia, jika bersin maka doakanlah, jika sakit kunjungilah, dan jika meninggal maka antarkanlah ke kubur ( H.R. Muslim dan Abu Hurairah)

“Tidaklah seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranyadari kejauhan melainkan malaikat berkata: Dan bagimu juga seperti itu ( H.R.Muslim)

So,,Indahnya Ukhuwah Islamiyah… Bayangkan jika umat Islam yang berjumlah 1,3 milyar memiliki ikatan ukhuwah islamiyah niscaya Islam akan tegak di muka bumi ini dan menjadi Ustadzatul ‘alam

Muslims are Brother

Setiap Muslim bersaudara

We are Muslim Brotherhood

Wallahu ‘alam

Alhaqu murabbik falaa takumminal mumtariim ….                                                                                                                          Kebenaran datang dari Allah ,,karena itu janganlah engkau menjadi ragu.

Wassalamualikum wr.wb

February 15, 2009 Posted by | Tausyiah | | 1 Comment