Rifaldi08

be a Muslim Technopreneur

Mata Rantai Syahadat,Ilmu,dan Perbuatan

Semoga tulisan ini bermanfaat…

Jumlah umat Islam kini sangat banyak, mencapai angka lebih dari 1,3 milyar di seluruh dunia dan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam Keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Namun, kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, utuh dan orisinil. Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami intisari ajarannya yaitu dua kalimat syahadat. Kalimat tersebut terdiri atas Laa ilaahailallah dan Muhammadun rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadat, kita dapat terjerambab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.

Syahadatain merupakan fondasi dari bangunan keislaman seorang muslim. Ia ibarat fondasi suatu rumah atau bangunan. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tak akan kuat bertahan.

Syahadatain memiliki makna yang sangat luas dan keutamaan yang Besar. Jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjajikan keutamaan yang sangat besar. Keutamaan itu dapat berupa kebahagiaan dan kesuksessan di dunia dan akhirat. Syahadat memiliki makna, yaitu berupa pernyataan, sumpah, dan janji yang dikatakan dengan lisan, dibenarkan dengan hati dan diimplementasikan dalam perbuatan yang menyatakan keyakinan bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah yang patut disembah, Hanya Dia tempat meminta, dia tidak beranak dan tidak pula  diperanakan dan tidak ada yang setara dengan Dia. Berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah SWT, yang patut dijadikan Qudwah/suri tauladan dalam kehidupan.Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab:21)

Dengan pengokohan akan fondasi keislaman seorang muslim dan keyakinan yang kuat akan tauhid, seorang muslim akan berpegang teguh pada keyakinan bahwa Allah adalah tujuannya, al-Qur’an sebagai pedoman hidup, Rasulullah Saw sebagai Qudwah, Jihad adalah jalan juangnya dan Syahid adalah cita-cita tertingginya.

Pemahaman akan Syahadat tidak dapat begitu saja diperoleh seorang muslim. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang muslim agar keimanannya kokoh dan Syahadatnya diterima. Diantaranya adalah Ilmu….  Firman Allah : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Imron:18)

 Universalisme (al-‘Alamiyah) Islam adalah salah satu karakteristik Islam yang agung. Islam sebagai agama yang besar berkarakteristikkan: (1) Rabbaniyyah, (2) Insaniyyah (humanistik), (3) Syumul (totalitas) yang mencakup unsur keabadian, universalisme dan menyentuh semua aspek manusia (ruh, akal, hati dan badan), (4) Wasathiyah (moderat dan seimbang), (5) Waqi’iyah (realitas), (6) Jelas dan gamblang, (7) Integrasi antara al-Tsabat wa al-Murunah (permanen dan elastis). Universalisme Islam yang dimaksud diantaranya adalah perhatian Islam yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan salah satu fitrah manusia. Manusia tidak pernah menemukan agama yang sangat memerhatikan keilmuan secara sempurna selain islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu. Islam juga menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dan etikanya.Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu,maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga”(H.R Muslim)         Ilmu yang merupakan salah satu syarat diterimanya syahadat memiliki korelasi dengan keimanan dan Tingkah laku

1)Ilmu memberi petunjuk kepada Iman.    Ilmu dan Iman berjalan beriringan dalam   islam. Seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman      sebelum ada ilmu   dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus” (QS.Al-Hajj:54)

    2)Ilmu adalah penuntun amal. amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak. Imam Ghazali berkata “Mukadimah agama dan berakhlak dengan akhlak para nabi tercapai diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi,yaitu ilmu,perilaku, dan amal”  

Syahadat, seberapa pentingkah ia, hingga dapat mengelompokkan manusia, hingga faktor penentu apakah manusia masuk surga atau neraka, Dan mengapa pula banyak orang, bahkan pada zaman nabi tidak mau bersyahadat, padahal mereka mengakui Allah sebagai tuhan mereka. Bahkan paman Rasulullah Saw, Abu thalib yang selalu melindungi Rasulullah dan mendukung dakwah Rasulullah hingga akhir hayatnya tidak bersyahadat dan mati dalam keadaan kafir.

Dalam Islam, syahadat adalah persoalan tertinggi. yang tidak ada yang lebih tinggi darinya.  Yang merupakan mata rantai dari pengikraran dan keyakinan akan keesaan Allah dan Kenabian Rasulullah SAw dengan Ilmu, dan Implementasinya dalam perbuatan.

“Kesuksesan besar itu hanya milik mereka yang menyandarkan pada yang MAHA BESAR”

Dan hanyalah orang mukmin, yang akan beruntung dan memperoleh kesuksessan, di dunia dan di akhirat tentu saja.

 

Advertisements

May 7, 2009 Posted by | Tausyiah | Leave a comment

Sosok Pemimpin Indonesia ???

Siapakah pemimpin yang cocok dan capable untuk memimpin bangsa ini? Bagaimana kriteria pemimpin ideal bangsa Indonesia kini? Pertanyaan ini sudah lama terpikirkan oleh saya dan mungkin juga sebagian besar bangsa Indonesia yang mendambakan pemimpin yang revolusioner yang dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebagai anak bangsa yang menginginkan kemajuan bagi bangsanya tentu saya memiliki harapan tentang pemimpin yang ideal yang sesuai dengan kriteria untuk menuju impian tersebut. 

Dalam sejarah umat manusia banyak pemimpin yang dapat kita jadikan teladan untuk membangun bangsa ini. pemimpin yang adil yang dapat memimpin bangsanya dengan baik. Pemimpin yang dihormati dan disayang oleh rakyatnya. pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyatnya. pemimpin yang revolusioner , yaitu pemimpin yang mampu menciptakan perubahan bagi rakyatnya dan perubahan ini tentunya menuju kearah yang lebih baik. Untuk menentukan ‘perubahan yang baik itu’ maka ia  harus menemukan apa sesungguhnya yang hendak dirubahnya, lalu akan dirubah menjadi seperti apa. –perubahan yang tidak sekedar wacana.

Mungkin kita pernah mendengar kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari bani Umayah yang pada Zaman pemerintahannya berhasil memulihkan keadaan negaranya dan mengkondisikan negaranya seperti saat 4 khalifah pertama (Khulafaur Rasyidin) memerintah. Kebijakannya dan kesederhanaan hidupnya pun tak kalah dengan 4 khalifah pertama itu. Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintah tidak ada rakyatnya yang patut mendapat zakat karena seluruh rakyat sudah sejahtera. Diriwayatkan dari Malik bin Dinar : Tatkala Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para pengembala domba bertanya kepada orang yang lewat : “Siapakan sang Khalifah yang memimpin umat saat ini  ?”  Orang yang ditanya malah bertanya kembali : ”Apa yang kalian ketahui soal khalifah ?” Para pengembala itu berkata :  ” Jika yang memimpin umat adalah khalifah yang shaleh, maka singa dan serigala tak akan memangsa domba domba kami.”

Di zaman modern sekarang ini adakah seorang pemimpin yang sosoknya dapat dicontoh oleh pemimpin bangsa Indonesia ? sosok yang dapat mensejahterakan rakyat, yang dapat tegas terhadap kebatilan, dan dapat mengatasi krisis multidimensi yang menerpa bangsa ini.

Dalam pertemuan Davos, Januari lalu ada seorang pemimpin yang mengagetkan seluruh dunia dengan keberanian dan ketegasannya dalam mengecam kebatilan.Ia adalah Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan  yang berani  mendamprat Presiden Zionis-Israel, Shimon Perez. Kejadian tersebut Bukan saja membuat kagum para akivis kemanusiaan dunia, namun juga membuat merah telinga Shimon Perez sendiri yang sangat terlihat dari gestur wajahnya yang tertekan saat Erdogan meninggalkan begitu saja podium tanpa menyalami Perez. Di Indonesia, banyak kalangan menyatakan mengapa bukan Pemimpin negeri ini yang berani bersikap demikian? Pertanyaan itu dijawabnya sendiri, “Jangankan berani mendamprat Zionis secara langsung, menghadapi pernyataan kontroversial salah seorang petinggi partai yang membuat kuping salah satu partai lain merah saja sudah kalang-kabut. Nyali pemimpin seperti itu sudah bisa terbaca ketika Bush mau berkunjung ke Bogor beberapa tahun lalu. Ketika itu sang pemimpin bangsa ini amat sangat berlebihan dalam menyambut Bush, merusak sebagian lahan Kebun Raya Bogor untuk dibangun Helipad yang akhirnya tidak dipakai Bush, menempatkan tentara berseragam dengan perlengkapan tempur garis pertama dalam jarak setiap dua meter mengepung rapat istana Bogor, bagaikan seorang lurah di pedesaan yang menyambut kehadiran seorang Kaisar Dunia. Sebab itu dia dilecehkan Bush, yang dengan nakalnya meloncat keluar dari mobilnya saat berhenti tepat di depannya.”

Umar bin Abdul Aziz adalah contoh sosok pemimpin yang memenuhi kriteria untuk memimpin suatu bangsa yang besar yang telah memimpin dan berhasil pada masa lalu. Begitu pula dengan Recep Tayip Erdogan yang merupakan contoh sosok pemimpin yang berani dan tegas terhadap sistem pemerintahan Turki yang sangat sekuler dan terhadap pemimpin bangsa israel zionis laknatullah. Recep Tayip Erdogan adalah contoh sosok pemimpin yang ideal yang memenuhi kriteria untuk memimpin bangsa ini menuju kehidupan yang lebih baik. Tentunya kita sangat menginginkan kepemimpinan model Rasulullah, khulafaur Rasyidin, serta Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Suatu proses menuju masyarakat madani menuju Indonesia yang aman,adil,makmur, sejahtera yang diberkahi Allah SWT, tentunya membutuhkan langkah yang bertahap, yang berkesinambungan dan konsisten tiada kenal lelah menuju proses tersebut.

Pesta demokrasi di Indonesia yang merupakan yang terbesar di dunia hanya menunggu hari. Tanggal 9 April mendatang semua rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil rakyat yang nantinya akan menduduki kursi parlemen yang bertugas membuat undang-undang . Apakah Undang-undang yang dihasilkan nanti untuk kemaslahatan umat atau tidak. Apakah wakil rakyat yang dipilh nanti amanah atau tidak? Itu semua bergantung pada pilihan kita nanti. Semoga Parlemen, DPR,DPRD,dan DPD di duduki oleh wakil rakyat yang bersih dan ada satu partai yang dominan di Parlemen. Tentunya Partai tersebut harus dapat mewujudkan tujuan besar bangsa Indonesia menuju masyarakat madani. Untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat dan efektif, harus ada sinergi yang baik antara parlemen dan pemerintah. Parlemen yang mendukung kebijakan pemerintah. Parlemen yang tidak berwarna warni, merah kuning hijau biru dan sebagainya. Jangan seperti sekarang ini, parlemen berwarna-warni yang diisi oleh bermacam-macam partai dengan kepentingan masing-masing yang menyebabkan pemerintahan bekerja tidak efektif. Dan satu lagi harapan  agar pemerintahan dan parlemen yang nanti akan terbentuk harus dapat menyederhanakan jumlah parpol dan memperbaiki sistem pemerintahan dan politik.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib kaum, melainkan mereka (lah) yang mengubah dirinya sendiri” (QS. Ar-Ra‘du, 11).

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Maidah: 8 )    

March 24, 2009 Posted by | Pendapat | , | Leave a comment

Israel Berusaha Kudeta Erdogan

Menanggapi Tulisan dari dakwatuna yang berisi :

dakwatuna.com –Istanbul, Harian Turki “The Turkish Zaman” menyebutkan bahwa Zionis Israel berusaha untuk menggulingkan pemerintah Turki yang dipimpin oleh Recep Tayyib Erdogan, dikarenakan sikapnya yang mendukung Palestina dan tindakannya meninggalkan Forum Ekonomi Dunia di Davos beberapa waktu lalu, karena protes atas kurangnya kesempatan yang memadai untuk menanggapi kerancuan pernyataan Presiden Zionis Israel Shimon Peres.

Dalam laporannya, Sabtu (28/2), harian Turki ini mengungkap apa yang dilakukan entitas Zionis Israel memberikan dukungan kepada pasukan anti Partai Keadilan dan Pembangunan Turki yang dipimpinn oleh Erdogan, yang berusaha mengkudeta pemerintah Turki.

Harian ini mengatakan bahwa pada tahun 1997 pemerintah koalisi yang dipimpin oleh Necmettin Erbakan berhasil dijatuhkan, atas prakarsa, persiapan dan pelaksanaan dari Zionis Israel dan neo-konservatif, ditambah pada jenderal di pasukan militer Turki.

Harian Turki ini mengisyaratkan penegasan departemen pertahanan Israel dalam laporannya –yang dibuat tahun 2007 dan disebarkan ke media massa– tentang perlunya menggulingkan pemerintah Erdogan dengan rencana yang mirip digunakan dalam menjatuhkan pemerintah Necmettin Erbakan.

Harian ini mengatakan bahwa surat kabar Zionis Israel tengah membicarakan tentang perlunya melikuidasi Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan.

Mereka juga memprovokasi tentara Turki dan Amerika Serikat terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, dengan alasan bahwa kemenangannya dalam pemilu daerah yang akan dilaksanakan pada 29 Maret nanti akan mengubah Turki dari orientasi ke Barat menjadi berorientasi ke Timur dan ini bisa merugikan kepentingan Amerika di kawasan itu.(ip/ut)  

Dakwah, dimana pun berada pasti akan mengalami tantangan. Entah itu dari dalam (internal jamaah dakwah) maupun dari luar (Eksternal) yang memusuhi islam. Turki, sebagai contoh negara yang kini dikuasai oleh aktivis dakwah merasakan hal tersebut. Di saat pemerintahan Turki yang dipimpin oleh Erdogan mulai membangun lagi nilai2 islam yang hilang sejak runtuhnya Khilafah Turki Utsmani yang digantikan oleh sistem sekuler barat ;penghapusan larangan jilbab,dukungan terhadap palestina secara nyata, dsb. Justru tantangan Dakwah semakin besar yaitu adanya tuduhan2 dari kalangan  pro-sekuler yang anti islam hingga upaya Israel dan Amerika yang memprovokasi tentara Turki untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan. Di Palestina, ketika hamas menang mutlak pada pemilu, Amerika-Israel-Barat menganulir / tidak mengakui kemenangan tersebut. Padahal, hasil tersebut menunjukan kepercayaan rakyat Palestina kpd hamas yang selama ini benar2 memperjuangkan negaranya. Sebagai hukuman atas kemenangan Hamas, Amerka-Israel laknatullah melakukan embargo, blokade yang sangat tidak manusiawi. Alasannya karena Hamas dianggap sebagai organisasi Teroris yang harus diperangi. Mengapa Jamaah yang menjalankan Islam dan berjihad membela negaranya dianggap Teroris?? Sementara itu, pemimpin2 bangsa Arab hanya diam, seolah penderitaan bangsa Palestina dan hamas adalah hal yang sudah biasa dan Hamas tidak berhak untuk dibela…Bukankah setiap Muslim Bersaudara (Muslims are brother). Umat Islam di Dunia berlomba2 untuk peduli..Namun, kepeduliaan itu hanya ketika Palestina dibombardir. Setelah perang usai, dunia seolah melupakannya. Produk2 yang tadinya diboikot kini digunakan lagi.Masih banyak contoh negara yang dakwahnya mengalami tantangan yang luar biasa dari musuh2 islam.  Bagaimana Keadaan Dakwah di Indonesia? Akankah seperti di Turki dan palestina jika nanti Indonesia dipimpin oleh jamaah dakwah?diperlukan keistiqomahan,ukhuwah(kesolidan),tsaqofah pada setiap aktivis Dakwah agar Dakwah ini tetap kuat dan tegar menghadapi tantangan dari musuh2 islam. Sesungguhnya setiap perjuangan dan perjalanan Dakwah pasti akan penuh dengan onak dan duri.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs. 5:82)

March 7, 2009 Posted by | Tsaqofah Islamiyah | Leave a comment

Team Building Rosil

Sabtu,21 februari kami yang tergabung dalam organisasi yang bergelut di bidang dakwah departemen Teknik Sipil FTUI melakukan acara yang dinamakan Team Building. Acara yang berisi kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah diantara pengurus Rosil yang baru melakukan aktivitas keorganisasian. Pagi hari tepatnya pukul 08.30 kami semua pengurus Rosil berkumpul di Rotunda FT. Semula, kita semua berharap semua pengurus Rosil, BPH dan BP ikut dalam acara ini karena acara ini dinilai begitu penting.Namun,mungkin karena informasi yang tidak sampai ke beberapa orang,mungkin juga karena ada yang berhalangan hadir sehingga tidak semua pengurus datang. Menunggu hingga pukul 09.30 akhirnya sudah lumayan banyak pengurus yang datang, Alhamdulillah ada 30-an orang yang hadir. semua BPH ketua,sekum,bendum, dan Kadiv Alhamdulillah hadir walaupun ada beberapa yang kurang enak badan. Salut untuk ketua kami yang mengusahakan untuk hadir, padahal beliau sedang kurang enak badan. Sungguh contoh Qiyadah yang bertanggung jawab dan dapat dijadikan tauladan bagi jundi-jundinya. 

Setelah menunggu hingga pukul 09.30, akhirnya kami semua memutuskan untuk memulai perjalanan ke UI Wood. Jalan menuju UI Wood sungguh banyak rintangan, jalan yang licin, tekstur tanah yang kurang bersahabat yang menyebabkan alas kaki dan celana menjadi kotor. Namun, tantangan ini mengajari kami tentang kesabaran, dan membenarkan slogan bahwa “berani kotor itu baik”. Sejak pertama kali kuliah di UI baru kali ini Saya masuk ke Hutan UI, ternyata suasananya benar2 seperti hutan, pohon-pohon yang tinggi, tanah yang berlumpur, ada anjing hutan, ada pula lubang sarang ular. waw… sungguh pengalaman yang sangat menarik. 

Tiba di UI Wood kami memulai acara dengan pembukaan yang diisi dengan tilawah, sambutan sang ketua Qi Yahya,dan perkenalan BPH dengan BP2 nya. Dengan perkenalan ini ada Ibroh yang dapat saya simpulkan yaitu tentang tingkatan Ukhuwah Islamiyah. Ta’aruf merupakan tahap pertama dalam Ukhuwah Islamiyah yang diharapkan menuju ke tahap berikutnya setelah berjalannya waktu dalam kegiatan kami. Ukhuwah Islamiyah merupakan Syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan  jamaah Dakwah. Dengan adanya ikatan persaudaran yang berdasarkan Islam, yang meyakini Islam sebagai jalan Hidup yang Syamil al mutakamil  yang menyangkut segala aspek kehidupan,Hanya Allah tujuannya, al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, Rasul sebagai Qudwah, Syahid cita2 tertinggi, dapat dijamin keberhasilan jamaah dakwah dapat tercapai. Insyaallah.. Continue reading

February 21, 2009 Posted by | Pengalaman | 1 Comment

KETIKA CINTA BERBUAH SURGA

Di tanah Kurdistan ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki putera; seorang anak laki-laki tampan,cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca al-Quran. Sang raja juga menceriktakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para penglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel ketika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba, ada orang yang memutuskannya.

Terkadang ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus ditemui raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.
Maka dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”

“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?? Tanyanya dengan nada penasaran.

“Dia adalah teman yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu kerena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh kikhlasan; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga”

“Bagaimana cara mencari teman seperti itu,ayah?” tanya Said.

Sang raja menjawab,”Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapa pun yang kau anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika dia tetep bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”

Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktikkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula, dia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangannya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji; memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan. Continue reading

February 16, 2009 Posted by | Cerita | 3 Comments